'>pics 1

Newest News!

Samsung mengeluarkan smartphone "GALAXY PREMIER"! Update berita terbaru disini

pics2

Android

Lihat Semua Tentang Android disini

pics 4

Semua Tentang Apple

Lihat segala update tentang produk apple disini

pics 5

Hape dengan Kamera Keren

Klik disini untuk melihat HP dengan Kamera beresolusi tinggi

pics 3

Hape qwerty !

Klik disini untuk surfing preview hp qwerty kami

Friday, November 7, 2014

Mobile Forensik


     Sejarah Mobile Forensik

            Sebagai bidang studi pemeriksaan, forensik perangkat mobile berasal dari akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an. Peran ponsel dalam dunia kejahatan sudah lama diakui oleh penegak hukum. Dengan peningkatan ketersediaan perangkat tersebut di pasar konsumen dan cakupan yang lebih luas dari platform komunikasi (misalnya email, web browsing)  mereka mendukung permintaan untuk pemeriksaan dalam mobile forensik.

            Upaya awal untuk memeriksa perangkat mobile menggunakan teknik yang mirip dengan investigasi forensik komputer pertama, yaitu menganalisis isi telepon langsung melalui layar dan mengambil konten yang penting namun, hal ini terbukti membutuhkan proses yang cukup memakan waktu. Peneliti meminta cara yang lebih efisien dalam penggalian data. 

            Pemeriksa mobile forensik terkadang menggunakan ponsel atau perangkat lunak sinkronisasi PDA untuk “back up” data perangkat ke komputer forensik, atau terkadang, hanya dilakukan forensik komputer pada hard drive dari komputer tersangka dimana data telah disinkronkan. Namun, perangkat lunak jenis ini hanya bisa menulis data ke telepon serta membacanya, dan tidak bisa mengambil data yang telah dihapus.

            Beberapa ahli forensik menemukan bahwa mereka bisa mengambil data yang bahkan telah dihapus dengan menggunakan “flasher” atau “twister” kotak, alat yang dikembangkan oleh OEM untuk “flash” memori telepon untuk debugging atau memperbarui. Namun, kotak flasher yang invasif dan dapat mengubah data rumit untuk digunakan.

            Untuk memenuhi tuntutan tersebut, muncul tools atau alat komersial yang memungkinkan pemeriksa untuk memulihkan memori telepon dengan gangguan yang minimal dan dapat menganalisisnya secara terpisah. Seiring waktu tools atau alat komersial telah dikembangkan lebih lanjut dan pemulihan data yang dihapus dari perangkat mobile menjadi mungkin dengan spesialis beberapa alat.

Pembahasan berikutnya dapat dilihat di:
Part 2: Pengertian Mobile Forensik 
Part3: Tantangan dalam Mobile Forensik 
Part 4: Protokol Komunikasi Mobile dan Metode Penyimpanan Data 
Part 5: Bukti Data Pada Mobile Forensik
Part 6: Tools Pada Mobile Forensik (Paraben) 
Part 7: Tools Pada Mobile Forensik (XRY) 

sumber:

Saturday, January 18, 2014

Membuat Objek 3D dengan OpenGL


Pada kesempatan kali ini saya ingin menulis tentang membuat objek 3D. Dalam pembuatan objek 3D ini saya membuatnya dengan pemrograman OpenGL, pasti banyak yg belum tahu kan apa sih OpenGL itu?? Nihh berikut saya beri penjelasannya menurut eyang wikipedia, jadi kalau menurut wikipedia OpenGL (Open Graphics Library) itu adalah spesifikasi standar yang mendefinisikan sebuah lintas-bahasa, lintas platform API untuk mengembangkan aplikasi yang menghasilkan grafis komputer 2D maupun 3D. Antarmuka terdiri dari lebih dari 250 panggilan fungsi yang berbeda yang dapat digunakan untuk menggambar tiga dimensi yang adegan-adegan kompleks dari bentuk-bentuk primitif sederhana. OpenGL dikembangkan oleh Silicon Graphics Inc (SGI) pada tahun 1992  dan secara luas digunakan dalam CAD, realitas maya, visualisasi ilmiah, visualisasi informasi, dan simulasi penerbangan. Hal ini juga digunakan dalam video game, di mana bersaing dengan Direct3D on Microsoft Windows platform (lihat vs OpenGL Direct3D). OpenGL dikelola oleh sebuah teknologi konsorsium nirlaba yaitu Khronos Group. Nahh udah paham kan apa yang dimaksud OpenGL itu?

IDE yang digunakan
Sebenarnya dalam pemrograman OpenGL anda dapat menggunakan IDE DevC++ ataupun Microsoft Visual Studio. Dalam pemrograman OpenGL ini saya menggunakan Microsoft Visual Studio 2008 (visual C++). Pastikan anda telah menginstall Microsoft Visual Studio tersebut. Nahh jika kalian telah menginstall IDE tersebut, maka langkah selanjutnya adalah memasukkan library-library yang dibutuhkan dalam pemrograman OpenGL. Berikut caranya:
  • Copy glu32.dll, glut.dll, dan glut32.dll ke dalam folder C:\Windows\System32
  • Copy GL.h, GLAUX.h, GLU.h, dan glut.h ke dalam folder C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 9.0\VC\include
  • Copy GLAUX.lib, GLU32.lib, dan glut32.lib ke dalam folder C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 9.0\VC\lib
 Kalian dapat memperoleh file-file tersebut dengan mendownloadnya dari website Glut secara Gratis! (http://www.glut.org).

Membuat Objek
Dalam pembuatan objek kali ini saya akan membuat sebuah objek mobil 3D. Berikut langkah-langkah cara pembuatannya:
  • Buka aplikasi Microsoft Visual Studio 2008.
  • Pilih menu File -> New -> Project. Sehingga akan terbuka jendela dialog baru seperti di bawah ini:

  • Pilih Win32 Console Application dan beri nama projectnya, misal: mobil. Klik Next, kemudian pada bagian Additional Options, contreng pilihan Empty project. Tujuannya adalah agar project yang kita buat merupakan project yang kita mulai dari dasar, bukan dari template yang disediakan oleh Microsoft Visual Studio.
  • Jika project sudah berhasil tercreate, maka pada Microsoft Visual Studio di bagian paling kiri akan muncul folder project yang baru kita buat. Klik kanan pada folder Source Files, lalu pilih menu Add -> New Item, pilih C++ File (.cpp), kemudian beri nama, misal: main.
  • Buka file main.cpp pada editor kode program, lalu ketikkan kode program berikut ini: 
    #include <windows.h>
    #include <glut.h>
    #include <math.h>

    void cylinder(float alas,float atas,float tinggi);
    void kerucut(float ngisor, float nduwur, float dowo);
    void blok(float tebal,int ratiol,int ratiop);

    GLfloat  source_light[]={0.30,0.30,0.30,0.50};
    double Loop,LoopAll=0;


    void Mobil(void)
    {
     glClearColor(1.0,9.0,1.0,0.0);  //blackground
     glShadeModel(GL_SMOOTH);
     glMatrixMode(GL_PROJECTION);
     glLoadIdentity();
     gluPerspective(50.0,1.5,10.0,1000.0);

     glEnable  (GL_DEPTH_TEST);
     glPolygonMode   (GL_FRONT_AND_BACK,GL_FILL);
     glEnable  (GL_LIGHTING);
     glLightfv  (GL_LIGHT7,GL_DIFFUSE,source_light);
     glEnable  (GL_LIGHT7);
     glEnable  (GL_COLOR_MATERIAL);
     glColorMaterial (GL_FRONT_AND_BACK,GL_AMBIENT);

    }



    void display(void)
    {

     glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT|GL_DEPTH_BUFFER_BIT);
     glMatrixMode(GL_MODELVIEW);
     glLoadIdentity();

     /*
      Keterangan:
      glTranslatef : coba nilainya diubah2 untuk menempatkan pada posisi yang tepat dengan sumbu (x, y, z)
      glRotated : coba nilainya diubah2 untuk memutar objek agar sesuai dengan keinginan.
      cylinder: untuk membentuk model tabung

     */

      glTranslatef(0,0,-100);// besar kecilnya mobil

      Loop++;
         glRotatef(Loop,0.9,4.0,0.6);//mobil yang berotasi

     glPushMatrix();//body
     //glpushmatrix();
     glColor3f(0.0,0.0,9.0);
     blok(10, 3, 2);

     glTranslatef(0, 9, 0);
     blok(10, 3, 2);
     glTranslatef(10, -10,0);
     blok(10, 5.5, 2);
     glRotatef(-35, 0, 0, 15);
     glTranslatef(0, 7,0);
     blok(10, 2, 2);
     glTranslatef(2, 4.9,-2.5);
     glColor3f(0.9,0.9,0.9);// warna kaca
     blok(0.5, 20, 31);

     glRotatef(180, 45, -45, 0);
     //glTranslatef(0, 10,0);
     //blok(3, 2, 5);
     //cylinder(2,2,30);
     //glTranslatef(-10, -10,0);
     //glRotatef(90, 45,-45, 0);
     //cylinder(2,2,30);
     //glRotatef(90, -45, 90, 90);
     //blok(5, 3, 2);

     glPopMatrix();


     glPushMatrix();//roda
     glColor3f(0.0,0.0,0.0);
     glTranslatef(20, -8,-7);
     cylinder(5, 5,3);

     glColor3f(0.0,0.0,0.0);
     glTranslatef(-20, 8,7);
     glTranslatef(-5, -8,-7);
     cylinder(5, 5,3);

     glColor3f(0.0,0.0,0.0);
     glTranslatef(5, 8,7);
     glRotatef(180,0,180,0);
     glTranslatef(3,-8,-17);
     cylinder(5, 5,3);

     glColor3f(0.0,0.0,0.0);
     glTranslatef(-3,8,17);
     glTranslatef(-22,-8,-17);
     cylinder(5, 5,3);

     glColor3f(1.0,1.0,1.0);

     glRotatef(90,1,0,0);
     glTranslatef(8, 2.5,-15);
     blok(2, 4, 5);


     glRotatef(90,0,1,0);
     glTranslatef(0,-0.2,7);
     blok(2, 4, 8);


     glRotatef(0,0,0,0);
     glTranslatef(0,19.2,0);
     blok(2, 4, 8);

     glRotatef(90,0,1,0);
     glTranslatef(7, 0,-8);
     blok(2, 4, 5);

     glColor3f(9.9,9.9,0.0);//lampu
     glRotatef(90,0,1,0);
     glTranslatef(0,-3,20);
     cylinder(2, 2,3);

     glColor3f(9.9,9.9,0.0);//lampu
     glRotatef(0,0,0,0);
     glTranslatef(0,-12,0);
     cylinder(2, 2,3);

     glColor3f(0.0,0.0,0.0);//knalpot
     glRotatef(0,0,0,0);
     glTranslatef(0,0,-52);
     cylinder(1, 1,3);

     glColor3f(1.0,1.0,1.0);
     glRotatef(90,1,0,0);
     glTranslatef(-8,3.5,-12);
     blok(2, 4, 8);

     glColor3f(9.0,0.0,0.0);//lampu atas
     glRotatef(0,0,0,0);
     glTranslatef(-8,28,0);
     cylinder(1, 1,12);


     glPopMatrix();


     glFlush();
     glutSwapBuffers();

    }

    void kerucut(float ngisor, float nduwur, float dowo)
    {
     float i;
     glPushMatrix();
     glTranslatef(1.0,0.0,ngisor/24);
     glutSolidCone(ngisor,0,32,4);
     for(i=0;i<=dowo;i+=ngisor/24)
     {
      glTranslatef(0.0,0.0,ngisor/24);
      glutSolidTorus(ngisor/4,ngisor-((i*(ngisor-nduwur))/dowo),16,16);
     }
     glTranslatef(0.0,0.0,ngisor/4);
     glutSolidCone(nduwur,0,20,1);
     glColor3f(0.,1.,1.);
     glPopMatrix();
    }
    void cylinder(float alas,float atas,float tinggi)
    {
     float i;
     glPushMatrix();
     glTranslatef(1.0,0.0,-alas/8);
     glutSolidCone(alas,0,32,4);
     for(i=0;i<=tinggi;i+=alas/24)
     {
      glTranslatef(0.0,0.0,alas/24);
      glutSolidTorus(alas/4,alas-((i*(alas-atas))/tinggi),16,16);
     }
     glTranslatef(0.0,0.0,alas/4);
     glutSolidCone(atas,0,20,1);
     glColor3f(1.,0.,0.);
     glPopMatrix();
    }

    void blok(float tebal,int ratiol,int ratiop)
    {
     float i,j;
     glPushMatrix();
     for(i=0;i<ratiop;i++)
     {
      glTranslatef(-(ratiol+1)*tebal/2,0.0,0.0);
      for(j=0;j<ratiol;j++)
      {
       glTranslatef(tebal,0.0,0.0);
       glutSolidCube(tebal);
      }
      glTranslatef(-(ratiol-1)*tebal/2,0.0,tebal);
     }
     glPopMatrix();
    }
    void tampil()
    {
     display();
    }


    int main(int argc,char **argv)
    {


     glutInit(&argc,argv);
     glutInitDisplayMode(GLUT_DOUBLE|GLUT_RGB);//|GLUT_DEPTH);
     glutInitWindowPosition(10,10);
     glutInitWindowSize(1000,700);
     glutCreateWindow("Mobil");
     glClearColor(0.5,0.5,0.0,0.0);
     glutDisplayFunc(display);
     gluOrtho2D(-320., 320., -240.0, 240.0);
     glutIdleFunc(tampil);
     Mobil();
     glutMainLoop();
     return(0);
    } 
    • Lakukan pengubahan properti program dengan memilih menu: Project -> Properties, atau tekan tombol Alt+F7. Pada Configuration Properties -> General -> Character Set pilih “Not Set”. Pada Configuration Properties -> Linker -> Input -> Additional Dependencies masukkan library-library yang dibutuhkan. Ketikkan: opengl32.lib glu32.lib glaux.lib odbc32.lib odbccp32.lib. Pada Configuration Properties -> C/C++ -> DIsable Spesific Warnings ketik 4996. 
    •   Kemudian lakukan proses Debugging atau tekan F5 pada keyboard jika berhasil maka seperti inilah hasil outputnya:

     
    Saya rasa cukup sekian ya tentang membuat objek 3D dengan OpenGL, Semoga Bermanfaat ! :))
Referensi:
http://andiktaufiq.wordpress.com/2010/03/19/memulai-belajar-pemrograman-opengl/
http://id.wikipedia.org/wiki/OpenGL
http://nehe.gamedev.net/tutorial/lessons_01__05/22004/

Monday, October 7, 2013

Menggunakan Sistem Informasi

Hai hai haii.....
Ketemu lagi nih di MIX BLOG. udah lama banget ga posting maklum ada urusan ini itu hehehehe..
nah kali ini MIX BLOG mau nulis sesuatu tentang "Sistem Informasi". Sesuatu nya apa tuh? Okee ga usah lama-lama lagi langsung aja kita bahas :D

Sebelumnya udah pada tau belum apa yang dimaksud dengan "Sistem Informasi" ?? 
menurut eyang wikipedia nih penjelasan secara garis besarnya:
Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis. Nahh udah paham belum?? kalau belum dijelasin lagi deh, lebih gampangnya begini Sistem Informasi (SI) itu semacam sarana atau prasarana suatu teknologi yang dimanfaatin manusia dalam mendukung suatu aktivitas tertentu. Sistem Informasi ini akan semakin berkembang seiring kemajuan teknologi, udah paham kan pasti? Lanjutt..

Selanjutnya saya mau sharing nih beberapa pengalaman saya tentang  menggunakan "Sistem Informasi", Okee langsung aja yaa...

1.Menggunakan Software Pemrograman Delphi
Software ini saya gunakan pertama kali waktu kuliah, tepatnya saat ada praktikum lab TI dikampus. Awal menggunakannya sih masih bingung sana-sini. maklum saya lulusan SMA dan waktu itu masih sangat buta dengan hal-hal pemrograman.
tetapi dengan bantuan berupa penjelasan dari kakak kakak aslab yg mengajarkan dan tugas tugas yg diberikan kesulitan itu perlahan-lahan menghilang. dari yang tadinya tidak bisa sama sekali hingga bisa membuat script berupa kondisi, perulangan dll.

 2.Memanfaatkan Penggunaan E-mail
Siapa sih yang belum mengenal e-mail? Mungkin hanya saudara-saudara kita yg kurang beruntung di pedalaman sana :(( . Di zaman sekarang yang didukung kemajuan teknologi yang sangat pesat serta tuntutan kita terhadap efisien, fleksebilitas dan ketepatan dalam hal mengirim pesan, dokumen dll.
kalau e-mail ini termasuk kedalam sistem informasi Office Automation Systems (OAS). tentu kehadiran e-mail ini sangat berguna bagi kita. Mulai dari anak kecil hingga orangtua mungkin sudah memanfaatkan e-mail. Bahkan sekarang sudah banyak perusahaan yg menerima cv pelamar melalui e-mail.


 Bagaimana Saya Memanfaatkan Teknologi e-mail ini?? 
Saya sebagai mahasiswa tentu sangat diuntungkan terhadap kehadiran e-mail ini. Saya memanfaatkan kehadiran e-mail ini untuk beberapa hal seperti: mengirim tugas, file, ataupun seminar-seminar yg dimana pendaftarannya melalui e-mail. Dengan kehadiran e-mail tentu saja pekerjaan saya semakin mudah, efisien dan tepat, bayangkan jika saat ini belum ada e-mail pastinya hal-hal sekarang yang terlihat mudah tidak akan terjadi.
Nahh udah dulu ya tulisan kali ini, semoga nanti kita masih bertemu ditulisan yg lainnya dalam keadaan sehat walafiat AAMIIN. Sampai ketemu lagi dan sampai jumpa sahabat blogger...

Sunday, June 30, 2013

Tugas Anova Statistika 2

Tugas  Soal ANOVA 2IA07
Pusat riset otomotif  ingin mengetahui apakah dari  3 jenis sepeda motor yang diteliti  menempuh jarak yang berbeda untuk setiap 1 liter bensin yang dikonsumsi.   Secara random dipilih 5 sepeda motor untuk masing-masing jenis sepeda motor dan diperoleh data sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1.  Jika diuji pada tingkat signifikansi 5 %,  apakah terdapat perbedaan dari rata-rata jarak tempuh untuk setiap konsumsi 1 liter bensin?
Tabel 1.  Jarak yang ditempuh (km)  untuk  setiap liter bensin
Motor “ Awet”
Motor “Bagus”
Motor “Cihui”
35.6
33.6
43.0
40.2
30.4
40.5
33.3
35.3
43.4
31.7
29.3
35.6
37.2
35.0
33.0

 Jawaban :

X = rata-rata
X ”awet” = 35,6                 n=5       
X ”Bagus”= 32,72              n=5                               X “total“ = 35,807                      c =3
X ”Cihui” = 39,1                 n=5                                                                                  n=15

SSA = 5 (35,6-35,807)² + 5 (32,72-35,807)²+ 5 (39,1-35,807)² = 102,015
SSW = (35,6-35,6)² + (40,2-35,6)² +(33,3 -35,6)² +……+(33-39,1)² = 159,048

MSA = 102,0815 / (3-1) = 51,04075
MSW = 159,04 / (15-3) = 13,254

F = 51,04075 / 13,254 = 3,8509695
         

Saturday, June 29, 2013

Contoh Aplikasi Regresi Linier

Contoh kasus:
Seorang mahasiswa bernama Hermawan ingin meneliti tentang pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan pada perusahaan jual beli motor. Dengan ini di dapat variabel dependen (Y) adalah volume penjualan dan variabel independen (X) adalah biaya promosi. Dengan ini Hermawan menganalisis dengan bantuan program SPSS dengan alat analisis regresi linear sederhana. Data-data yang di dapat ditabulasikan sebagai berikut:

                     Tabel. Tabulasi Data Penelitian (Data Fiktif)

No
Biaya Promosi
Volume Penjualan
1
12,000
56,000
2
13,500
62,430
3
12,750
60,850
4
12,600
61,300
5
14,850
65,825
6
15,200
66,354
7
15,750
65,260
8
16,800
68,798
9
18,450
70,470
10
17,900
65,200
11
18,250
68,000
12
16,480
64,200
13
17,500
65,300
14
19,560
69,562
15
19,000
68,750
16
20,450
70,256
17
22,650
72,351
18
21,400
70,287
19
22,900
73,564
20
23,500
75,642

Langkah-langkah pada program SPSS
  •          Masuk program SPSS
  •          Klik variable view pada SPSS data editor 
  •       Pada kolom Name ketik y, kolom Name pada baris kedua ketik x
  •       Pada kolom Label, untuk kolom pada baris pertama ketik Volume Penjualan, untuk kolom pada baris kedua ketik Biaya Promosi
  •       Untuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default)
  •       Buka data view pada SPSS data editor, maka didapat kolom variabel y dan x.
  •       Ketikkan data sesuai dengan variabelnya
  •       Klik Analyze  - Regression - Linear
  •       Klik variabel Volume Penjualan dan masukkan ke kotak Dependent, kemudian klik variabel Biaya Promosi dan masukkan ke kotak Independent.
  •       Klik Statistics, klik Casewise diagnostics, klik All cases. Klik Continue
  •       Klik OK, maka hasil output yang didapat pada kolom Coefficients dan Casewise Diagnostics adalah sebagai berikut:

              Tabel. Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana:



Persamaan regresinya sebagai berikut:

Y’ = a + bX
Y’ =  -28764,7 + 0,691X

Angka-angka ini dapat diartikan sebagai berikut:
- Konstanta sebesar -28764,7; artinya jika biaya promosi (X) nilainya adalah 0, maka volume penjulan (Y’) nilainya negatif yaitu sebesar -28764,7.
-  Koefisien regresi variabel harga (X) sebesar 0,691; artinya jika harga mengalami kenaikan Rp.1, maka volume penjualan (Y’) akan mengalami peningkatan sebesar Rp.0,691. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara harga dengan volume penjualan, semakin naik harga maka semakin meningkatkan volume penjualan. 
Nilai volume penjualan yang diprediksi (Y’) dapat dilihat pada tabel Casewise Diagnostics (kolom Predicted Value). Sedangkan Residual (unstandardized residual) adalah selisih antara Volume Penjualan dengan Predicted Value, dan Std. Residual (standardized residual) adalah nilai residual yang telah terstandarisasi (nilai semakin mendekati 0 maka model regresi semakin baik dalam melakukan prediksi, sebaliknya semakin menjauhi 0 atau lebih dari 1 atau -1 maka semakin tidak baik model regresi dalam melakukan prediksi).

-     Uji Koefisien Regresi Sederhana (Uji t)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Signifikan berarti pengaruh yang terjadi dapat berlaku untuk populasi (dapat digeneralisasikan).
Dari hasil analisis regresi di atas dapat diketahui nilai t hitung seperti pada tabel 2. Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
1.   Menentukan Hipotesis
Ho   : Ada pengaruh secara signifikan antara biaya promosi dengan volume penjualan
Ha :    Tidak ada pengaruh secara signifikan antara biaya promosi dengan volume penjualan
2.   Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi menggunakan a = 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian)
      3.   Menentukan t hitung
Berdasarkan tabel  diperoleh t hitung sebesar 10,983
      4.   Menentukan t tabel
Tabel distribusi t dicari pada a = 5% : 2 = 2,5% (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau  20-2-1  = 17 (n adalah jumlah kasus dan k adalah jumlah variabel independen). Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi = 0,025) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,110 (Lihat pada lampiran) atau dapat dicari di Ms Excel dengan cara pada cell kosong ketik =tinv(0.05,17) lalu enter.
5.   Kriteria Pengujian
Ho diterima jika –t tabel < t hitung < t tabel
            Ho ditolak jika -thitung < -t tabel atau t hitung > t tabel
6.   Membandingkan t hitung dengan t tabel
Nilai t hitung > t tabel (10,983 > 2,110) maka Ho ditolak.
7.  Kesimpulan
Oleh karena nilai t hitung > t tabel (10,983 > 2,110) maka Ho ditolak, artinya bahwa ada pengaruh secara signifikan antara biaya promosi dengan volume penjualan. Jadi dalam kasus ini dapat disimpulkan bahwa biaya promosi berpengaruh terhadap volume penjualan pada perusahaan jual beli motor.
Referensi: